Komunitas

Satu persatu komunitas baru bermunculan di Indonesia, fakta yang sudah terjadi menunjukan bahwa kemajuan seorang pehobi akan cepat meningkat ketika bergabung dengan sebuah klub (Komunitas). 

Komunitas (Klub) disini  adalah tempat bergabung bukanlah komunitas pada umumnya, tetapi dengan  sesama anggota keluarga, sehingga terjadi interaksi atau pergaulan antar individu, yang diharapkan menarik anggota keluarga yang lain. Juga komunitas ini diharapkan dapat menyambung tali silaturahmi keluarga besar Tjakradipura@Prawiranata, terutama bagi yang tadinya tidak kenal menjadi kenal, yang tadinya berdomisili jauh menjadi dekat secara hati ke hati (tanpa batasan wilayah). Untuk menyosialisasikan terbentuknya komunitas, diharapkan akan semakin menggugah kesadaran akan kekeluargaan, sekaligus menjadi sarana efektif untuk saling ajang-sana. Semoga kegiatan yang terbentuk menjadi bermanfaat melalui kesamaan aktivitas & hobi, amin.

Musik :

  1. Wisnu Bagus Prabawa, cucu dari Mas Mochammad Sibli merupakan generasi ke-4 TJAKRADIPURA, domisili di BANDUNG.
  2. Herza Nugraha Natadiningrat, cicit dari R. Suparto (Toto) generasi ke-5 PRAWIRANATA dan TJAKRADIPURA, domisili di JAKARTA.
  3. Ismi Nur Cahyati, cucu dari R. Sumiati (Inien) adalah generasi ke-4 PRAWIRANATA & TJAKRADIPURA, domisili di PEMATANG SIANTAR.

.

.

.

FOTOGRAPHY :

.

Kamila Edvani.

.

.

Adi Pattiasina (paling kanan) gen-3 Tjakradipura

.

Ita Rosita (istri Cepi Suwardi / mantu dari cucu Arsjad bin Tjakradipura) bersama rekan (Dinkes Serang) di Padarincang, Anyer SERANG (duduk dijembatan – nomor 3 dari kiri)

.

.

Dezwara di Thamrin JAKARTA, cucu Suparto gen-4 Prawiranata + Tjakradipura

.

.Dika & Vina (sepupuan) cucu Sungkono, masing-2 gen-4 Tjakradipura + Prawiranata

Bambang bin Sungkono gen-3 Tjakradipura + Prawiranata, siap-siap touring……………………………………………………

.

Dahulu bapakku suka anterin saya mengajak jalan-jalan naek sepeda dengan sepeda yang sekarang disebut sepeda onthel. Kalo liat sepeda onthel sekarang, jadi inget bapakku (Uko Sungkono) kemana-mana selalu memakai sepeda, untuk sekitaran dalam kota saja. Tapi sayang sepedanya ketika aku remaja (ABG) dipereteli, maksudnya mau dicat.    Karena niatnya setengah-setengah alias iseng-2 dan tidak serius, akhirnya hanya ditaruh di gudang, yang lama kelamaan menjadi lupa.   Setelah setua ini, kalo melihat di TV atau di hari minggu banyak yang sepeda mania, suatu waktu aku cari sepeda bapakku di gudang.    Ku lihat-2, ehh hanya tinggal batangan sepeda saja yang masih utuh, karena batangan tersebut telah saya cat dan digantung diatas, stang masih lumayan. Duhh sayang, onderdil yang lain telah dimakan karat parah sekali, susah untuk diselamatkan.   Karena semuanya ditaruh dibawah dan belum dicat, saya sedih buanget…… Pa´ maaf ya, aku gak bisa menjaga sepedanya dengan baik, apalagi bapakku sudah tiada lagi dan telah beristirahat dengan tenang di sana. Setelah itu aku bertekad akan merekonstruksinya, tapi dengan keuangan yang paspasan. Bila waktu senggang saya berburu ke toko law alias penjual loakan atau penampung barang-2 rongsokan.    Mulailah didapat barang-barang bekas / onderdil satu-persatu, dimulai dari pork/garpunya, kayuhan/goelannya, rante, kunci pengamannya. Karena tuas remnya gak komplit, maka didapat pelek dengan torpedonya. Untuk mempercepat, saya beli onderdil sepeda onthel yang lain di toko sepeda. Setelah komplit, saya tidak menganggap ini sepeda jaman dulu, karena ada barang-2 buatan sekarang, hingga tidak patas dimasukkan dalam komunitas sepeda onthel. Kebetulan ada sisa cat dari sepeda motor ninja, maka sepedanya dicat warna hijau muda, seperti terlihat fotonya dibawah ini :

Karena sepeda tersebut tidak murni dari onderdil tua / jadul alias gado-gado, maka aku sebut sepeda Onthel-OnthelaN, untuk itu mendapat julukan OOn…………………………………..

  1. Saya punya satu di Bogor, baru selesai di perbarui catnya dan lainnya seperti ban, lampu berko dan dinamonya.Dulu waktu masih di SMA pernah dibawa ke Ciseeng waktu bulan puasa, pulangnya bawa petasan. Untung nggak meledak ya. Sekarang masih disimpan di rumah Mamie. Kalau ada kesempatan mau dibawa ke Jakarta supaya bisa dipake. Sudah ada yang nawar 4 jt waktu masih direhab.Modelnya kayaknya mirip punya Johnni tuh……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: