berBURU SIL2ah

Untuk pertama kalinya saya bertemu dengan sesepuh dari keluarga besar Tubagus Syaban yang ada saat ini. Sebelumnya seumur hidup saya belum pernah berjumpa dengan beliau. Beliau bernama Tubagus Zaenudin yang bertempat tinggal di Karundang Serang Banten. Kebetulan beliau menikah dengan keturunan dari Tubagus Syaban juga, yaitu putri dari kakak sepupunya Rodiah binti Abdullah. Sebagai sesepuh yang banyak pengetahuan keluarga yang bisa digali darinya, untuk melengkapi silsilah yang ada dari keluarga besar dan dapat sebagai referensi bagi keluarga yang ingin mengetahuinya. Walaupun pertemuannya singkat tapi wawancarapun dapat dilaksanakan seadanya untuk menggali lebih dalam dari keluarga besar Tubagus Syaban. Pertemuan  ini seharusnya tidak dapat dilakukan hanya sekali saja, insya Allah bila ada waktu dan masih dikaruniai umur panjang akan berlanjut………………, amien.

.

.

.

.

1. Pada masa penjajahan Belanda R.H. Soeparto bekerja sebagai karyawan Dana Pensiun yang pusat perkantorannya terletak berdekatan dengan Gedung Sate – Bandung. Majikannya memberikan rumah dinas disekitar kawasan tersebut. Tetapi rupanya R.H. Soeparto tidak kerasan menempatinya. Oleh karena itu, beliau memohon kepada majikannya utk dapat menempati sebuah rumah atas biaya majikan di daerah perkebunan di Haur Geulis.

2. Namun pada masa penjajahan Jepang, beliau terpaksa harus meninggalkan pekerjaannya dan kembali ke Kramat Kwitang, Betawi. Sulitnya mencari pekerjaan dan minimnya biaya untuk menafkahi istri tercintanya Sarminah binti Sarmili, dan anak2nya, maka beliau terpaksa membawa anak2nya ke perkebunan milik Pamannya drh. R. Djaenoedin di Jampang-Parung.

3. Seringnya kunjungan yang dilakukan oleh R. H. Soeparto beserta anak2nya ke perkebunan miliknya, drh R. Djaenoedin merasa prihatin atas kesulitan2 yang harus dihadapi oleh keponakannya. drh. R. Djaenoedin yang saat itu menjabat sebagai Direktur LPPH / sekarang bernama Balai Besar Penelitian Veteriner / Bbalitvet memutuskan untuk membantu keponakan dengan memberikannya pekerjaan sebagai Mandor untuk mengawasi karyawan LPPH, atau semacam Pembantu Kepala Bagian Personalia; menempatkan keluarga keponakannyadi sebuah rumah petak di daerah Tanah Sareal-Bogor, atau lebih tepatnya di kelurahan Pondok Rumput. Untuk sementara, Sarminah, istri R.H. Soeparto, membuka warung untuk turut serta membantu perjuangan suaminya hingga suaminya mendapatkan rumah dinas didalam lingkungan komplek LPPH.

4. Ketika Belanda kembali menjajah negara RI, kedudukan drh. R. Djaenoedin digeser dan digantikan oleh Dr. E, de Boer. Hal ini disebabkan oleh penolakan Djaenoedin untuk bekerjasama dengan Belanda. Tidak lama kemudian R.H. Soeparto pun melepaskan pekerjaannya di LPPH. Beliau kembali pulang ke Betawi beserta istri; anak sulung, almarhumah R. Hajjah Darwini Ningsih; anak ketiga, almarhumah R. Hajjah Benny Ningsih; anak keempat R. Hilman Soeparto; anak kelima, almarhum R. Mochammad Hakim Soeparto; dan anak keenam, R. Priyatni Soeparto yang lahir di lingkungan komplek LPPH. Anak kedua R. Hajjah Ratna Soeminar (ibu kandung penulis) tidak turut serta, karena saat itu sudah menikah dengan drh. H. Kuryana(ayah penulis), seorang murid Sekolah Kedokteran Hewan yang masih terletak didalam komplek LPPH, dibawah bimbingan dari drh. R.H. Djaenoedin.

5. Walaupun R.H. Soeparto sudah mendapatkan kembali pekerjaan lamanya sebagai karyawan Departemen Keuangan RI, namun bantuan moril maupun materil yang diberikan oleh drh. R. Djaenoedin kepada keluarga keponakannya tidak terhenti.   Hal ini dilakukan beliau sebagai rasa syukur atas limpahan rahmat Allah SWT, dan ungkapan terima kasih kepada R. Wahid Prawirasoepradja, Paman dan Orang Tua Asuh yang telah memberikan kasih sayang dan membesarkan drh. R.H. Djaenoedin bersama kakak2nya, yaitu;

6. R. Soedarna Prawirasoedirdja (ayahanda R.H. Soeparto); R. Irland; R. Soehaeni, setelah ayahandanya, R. Soemardi Prawiranata wafat akibat kecelakaan. Mudah2an tradisi saling asih, saling asuh ini tidak akan pernah terputus. R.H. Soeparto wafat pada tahun 1982, dimakamkan di TPU Karet, Jakarta.

NARA SUMBER;

1.  R. Hajjah Ratna Soeminar.
2.  Johnny Suyudi.
3.  Seratus Tahun Bbalitvet-2008.

Diposkan oleh;  KOKO KURYANA, 17 April 2010.

 

Salah satu kegiatan dari Koko Kuryana saat ini sedang membuat silsilah + riwayat  keluarga besarnya. Untuk itu sekarang sedang mencari data-data dari pihak leluhur ayahnya (Drh. R. Kurjana), sedangkan dari pihak ibunya (Ratna Suminar) sebagai bahan referensi didapat dari TJAKRADIPURA @PRAWIRANATA. Saat ini dia sedang menulis tentang riwayatnya / autobiographi, insya Allah akan terbit dan ringkasannya akan dimuat dibawah ini…………

Dibawah ini adalah sebagian dari hasil perburuannya……………………………

.

About brother johns

Khusus untuk keluarga dan kerabat Tjakradipura@Prawiranata, umumnya untuk anda sekalian..!

Posted on November 22, 2008, in ALBUM, KELUARGA, CERITA, prawiranata, Sejarah, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: