SOEWADIHARDJO


Kamso demikian nama panggilan hingga dewasa dari Soewadihardjo, tapi setelah mempunyai cucu dikenal dengan mbah´Suwadi (mbah´kakung). Mas Soewadihardjo bin Martosentono lahir 1894, berprofesi atau pekerjaannya mantri teek (teekenar / juru gambar) di Kantor Pengairan, mungkin sekarang dibawah Dept. Pekerjaan Umum, dan beliau berdomisili di Purworejo. Beristrikan R. Soemarjam binti R. Martodimedjo dan dikaruniai 2 orang anak. Pertama seorang putra yaitu Sukamto yang menikah dengan R.A. Siti Rochmatun, seorang TNI-AD pangkat terakhir Lettu. Anak kedua sekaligus juga menjadi bungsu Supiatun, yang menikah Sutoro karyawan dari BP-KNIP, berdomisili terakhir di Perkici Bintaro-Jaya. Sekali waktu Suwadi sehabis menonton bola dengan mengendarai sepeda, matanya tersambar oleh binatang kecil sehingga mengalami sakit mata. Sesampainya di Rumah matanya dikompres, tapi rasa sakitnya hingga keesokan harinya masih terasa. Kemudian beliau dibawa ke Rumah Sakit dan diberi obat dengan anjuran selalu tidur celentang. Tapi akhirnya beliau tidak dapat melihat dan ada seorang mantri kesehatan memberitahu bahwa salah obat, karena obat yang diberikannya terlalu keras. Sekali waktu pernah dibawa oleh adiknya Sastrodihardjo ke R.S. Yap di Jogjakarta, tapi karena sudah parah tidak dapat tertolong lagi. Karena mengalami kebutaan sehingga menjadi kendala bagi pekerjaannya, beliau mengajukan pensiun cepat. Pada tahun 1964 oleh anak pertamanya Sukamto diboyong ke Bogor di Gang Menteng dan dimasa akhir hayatnya tinggal di anaknya yang bungsu Supiyatun di Ciniru Jakarta. Karena serangan jantung dan terjatuh di kamar mandi, yang kemudian mengalami koma / ngorok sebentar hingga meninggal. Wafat di Jakarta, 14 Agt 1969, istrinya Soemarjam juga wafat di Jakarta, 25 Maret 1978, dan keduanya dimakamkan di Tanah Kusir Jakarta. (nara-sumber: Supiatun)

.


.

.

About brother johns

Khusus untuk keluarga dan kerabat Tjakradipura@Prawiranata, umumnya untuk anda sekalian..!

Posted on November 17, 2008, in catatan, CERITA, Rekan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: