Ayam Aduan……

Ayam aduan (ayam bangkok) dari dahulu hingga kini tiada matinya, teringat semasa saya kecil akhir tahun 60 an , waktu itu kakek saya (Prof. DRH. Djaenoedin / http://balabala2008.wordpress.com/2010/04/18/djaenoedin-2/)

ayam bangkokmenjelang/sampai pensiun dari LPPH Bogor (sekarang Bbalitvet) masih suka merawat ayam aduan. Beliau  penggemar berat akan ayam aduan, walaupun bukan untuk diadu di arena. Sekarang penggemar ayam bangkok (bobotoh) masih banyak terlihat. Baik untuk sekedar pajangan ataupun untuk adu kekuatan ayam.

Pada dasarnya, ayam Bangkok (ayam laga) tidak jauh berbeda dengan ayam lain pada umumnya. Biasanya ada perbedaan dalam pengamatan fisik atau tampak luarnya saja. Misalnya warna bulu, besar kecilnya dan produktivitas telurnya. Galur(keturunan) murni ayam bangkok mempunyai bulu hias berwarna merah mengkilap, dengan dasar warna hitam kehijauan. Hal ini dikarenakan asal-usul nya yang termasuk species Gallus gallus atau Gallus bankiva memiliki warna bulu yang serupa. Bulu hias ini terdapat pada bagian leher dan punggung.Ukuran tubuh dapat diketahui berdasarkan bobot badan. ayam bangkok pejantan yang sudah dewasa berat badanya berkisar antara 2-2,5 kg. sementara betinanya berkisar 1,5 kg. Berat ringanya ini dipengaruhi oleh tebal atau tipis tulangan dari ayam bangkok itu sendiri.

Orang sering membedakan antar jenis ayam. Setidaknya dikenal dua jenis kategori, ialah ayam potong dan ayam kampung. Dari segi jenis kelamin, orang mengenal ayam betina dan ayam jantan. Yang betina sering disebut sebagai ayam babon (Jawa). Yang jantan sering disebut ayam jago (Jawa).  Khusus pada ayam jago masih bisa dilihat dari “alirah darah” mana ayam jago itu berasal, sehingga ada bermacam jenis sebutan ayam jago, misalnya ayam (jago) Bangkok dst. Ayam jago ada yang berfungsi untuk aduan, tapi ada juga yang tidak sekedar untuk dipelihara dan untuk “menemani” ayam betina.

Asal usul ayam aduan

Di Indonesia, hobi mengadu ayam sudah lama dikenal, kira-kira sejak dari zaman Kerajaan Majapahit. Kita juga mengenal beberapa cerita rakyat yang melegenda soal adu ayam ini, seperti cerita Ciung Wanara (di daerah ciamis), Kamandaka dan Cindelaras. Cerita rakyat itu berkaitan erat dengan kisah sejarah dan petuah yang disampaikan secara turun-temurun.Sebetulnya, jenis ayam aduan dari dalam negeri(lokal)tak kalah beragam, seperti ayam wareng (Madura) dan ayam kinantan (Sumatra). Namun ayam-ayam itu belum mampu untuk menyaingi kedigdayaan ayam Bangkok.

Ayam bangkok pertama kali dikenal di Cina pada 1400 SM. Ayam jenis ini selalu dikaitkan dengan kegiatan sabung ayam (adu ayam). Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin meluas pada pencarian bibit-bibit petarung yang andal. Pada masa itu, bangsa Cina berhasil mengawin-silangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India, Vietnam, Myanmar, Thailand danLaos. Para pencari bibit itu berusaha mendapat ayam yang sanggup meng-KO lawan cuma dengan satu kali tendangan.Ada kebiasaan yang berbeda antara sabung ayam di Thailand dan negara kita. Di Thailand ayam yang bertarung tak diperbolehkan memakai taji atau jalu. Alhasil, ayam yang diadu itu jarang ada yang sampai mati. Kebalikannya di Indonesia, ayam aduan itu justru dibekali taji yang tajam. Taji justru menjadi senjata pembunuh lawan di arena.

Karakteristik Ayam Aduan

Adapun yang dimaksud adalah tanda-tanda dari ayam yang dapat dilihat, diraba atau dirasakan peternak, misalnya penampilan dan bentuk tubuh secara keseluruhan, sistem otot dan refleks urat saraf, tulang, ketahanan mental dan sebagainya. Meskipun karakteristik ini belum pernah diteliti secara ilmiah, tetapi hampir semua peternak dan penggemar sepakat bahwa cara seperti itu cukup akurat dan sudah dibuktikan di lapangan.  Bentuk kepala ayam bangkok yang baik adalah bulat memanjang seperti buah pinang. Mukanya berwarna merah terang. Kulit muka agak tebal sehingga menjadi perisai yang kokoh. Penggemar lebih menyukai ayam bangkok dengan tulang yang menonjol keras pada bagian kelopak mata. Bola matanya kelihatan cekung, dalam dan matanya bersinar.
Banyak pendapat mengatakan ayam bangkok dengan paruh yang kuat dan mempunyai garis atau alur seperti parit sangat baik dalam bertarung. Hal ini memang bisa dimaklumi, sebab paruh merupakan salah satu senjata ayam untuk melukai lawan
nya.
Leher tidak kalah pentingnya , karena menjadi pendukung untuk gerak yang harmonis antara kepala dan anggota tubuh lainya. Oleh karena itu, penggemar lebih menyukai ayam bangkok dengan leher yang kekar. Secara keseluruhan, kepala memegang peranan yang sangat penting, sebab merupakan daerah yang paling gampang di lukai lawan. Kepala yang kurang meyakinkan akan menjadikan ayam tersebut mudah terluka, sehingga kekuatan dan semangat bertarungnya menjadi berkurang
.   Kualitas ayam bangkok itu bisa diketahui ketika bertarung. Tetapi ayam yang kalah akan mengalami trauma dan tidak mau untuk bertarung lagi untuk selama-lamanya. Kalau kita mencoba ayam kita sampai kalah, maka sia-sia sajalah usaha kita merawat dan memelihara ayam tersebut. Penggemarpun tidak mungkin tertarik pada ayam bangkok yang sudah mengalami trauma. Akibatnya, kita tidak bisa menjual ayam kita dengan harga tinggi seperti yang diinginkan. Lalu bagaimana kita mengamati potensi dan kemampuan dari ayam bangkok tersebut tanpa harus mengadunya?

BBalitvet

Petunjuk Cara Memilih Ayam Aduan Yang Bagus

Ayam bangkok ideal adalah Ayam bangkok yang memenuhi syarat sebagai petarung yang tangguh,yang mana ciri-cirinya lebih spesifik lagi dari tanda-tanda ayam bangkok/aduan secara umum.
Seekor ayam bangkok ideal akan memiliki daya tahan terhadap pukulan,memiliki pukulan yang keras
, akurat, pandai memukul bagian vital lawan,memiliki kelincahan dalam bertarung.Bagi penghobi Ayam Bangkok, memiliki Ayam Bangkok yang kuat dan bagus adalah hal yang diinginkan, jika kita ingin membeli ayam Bangkok kita harus berhati-hati agar tidak salah pilih. Dalam hal membeli ayam Bangkok ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah pilih. Disini ada beberapa tips yang saya dapat dari berbagai sumber.

Bagaimana cara memilih ayam bangkok yang baik:

Penampilan ayam tegap, leher proposional, suara lantang, keras dan pendek.

Ciri- ciri umum fisik :

1. Kepala model buah pinang (Prioritas Utama)

2. Paruh ukuran sedang/ panjang dan tebal

3. Leher lurus dan tebal

4. Badan panjang (Prioritas Utama)

5. Dada bidang

6. Bahu Kuncup

7. Sayap rapat dan panjang (Prioritas Utama)

8. Pangkal ekor besar/tebal dan kaku (Prioritas Utama)

9. Paha bulat dan pipih (Prioritas Utama)

10. Ekor lebat dan menyentuh tanah

11. Lutut menekuk

12. Kaki bulat boleh juga persegi dan kering, sisik rapih

13. Jari panjang dan halus

  • Berasal dari turunan yang juara (silsilahnya harus jelas) sebaiknya membeli dari orang yang mengerti ayam bangkok dan mempunyai peternakan.
  • Usia 8-9 bulan sangat ideal karena kita akan punya waktu untuk memahami karakter ayam kita dan begitu pula sebaliknya.
  • Jangan segan bertanya jika kurang mengerti atau karena baru menjadi penghobi ayam bangkok (bertanya kepada teman yang ngerti).

Memang tidaklah mudah untuk menemukan ayam yang memiliki ciri-ciri di atas secara lengkap, tapi paling tidak kita menemukan beberapa ciri sudahlah sangat bagus, minimal ciri prioritas utama haruslah dapat dipenuhi, dan bilapun tidak bisa, minimal 5 dari total 13 ciri haruslah dipenuhi saat membeli ayam sehingga akan dapat memberikan kepuasan dalam memeliharanya.

Karakter Tulang Terbaik Ayam Bangkok
Bagi penghobby tulen dan Petarung kalangan selalu mempertimbangkan aspek pendukung dan menjadi tolak ukur dalam menyeleksi kwalitas AyamTarungnya. Salah satu hal penting yang harus dan paling diperhatikan adalah karakter dan kerapatan tulang yang dimiliki oleh seekor Ayam Bangkok. Beberapa patokan yang sering digunakan untuk menandai kerapatan tulang adalah pada bagian :

1. Tulang Sambungan kepala dan leher lebih baik tidak menonjol.

2. Ruas tulang leher makin rapat semakin baik.

3. Celah sambungan leher dan bahu/sayap makin rapat semakin baik.

4. Tulang sayap dalam makin tebal semakin baik.

5. Tulang pinggul makin bulat (tidak bidang) semakin baik.

6. Tulang Wajah tidak kasar semakin baik.

7. Tulang dada makin lebar semakin baik  (bukan meruncing).

8. Jarak tulang dada belakang dengan supit makin dekat semakin baik.

9. Tulang Supit makin rapat semakin baik (boleh longgar asal tebal dan kaku).

Jika seekor ayam bangkok/aduan memenuhi kriteria diatas maka ayam tersebut akan memiliki pukulan yang keras,tahan terhadap pukulan dan lincah dalam bertarung.

Jika anda hendak menurunkan ayam dalam arena aduan usahakan padanannya seimbang baik itu ukuran untuk badan,tinggi dan yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah umur ayam jangan sampai terpaut jauh dengan lawan.Untuk ayam pemula jangan sampai umur ayam lawan lebih tua dari ayam anda dengan toleransi umur lebih kurang tiga bulan.

AYAM PUKUL DAN AYAM TAJI
Taji atau jalu adalah senjata ayam yang cukup menentukan. Taji yang baik harus memiliki struktur lapisan yang kuat, besarnya proporsional dengan kaki, dan posisi terbaik adalah dekat dan searah jari kaki belakang ayam.

Ayam bangkok ada juga yang tidak memiliki taji, hanya berupa tonjolan ruas taji yang keras yang besarnya bisa beragam. Ayam yang tidak memiliki taji ini disebut dengan ayam keplek.
Berdasarkan taji yang dimiliki serta gaya bertarungnya, dikenal ada dua kelompok yaitu ayam pukul dan ayam taji. Umumnya semua ayam keplek adalah ayam pukul dan semua ayam bertaji adalah ayam taji. Tetapi dalam pengamatan lebih serius, sebenarnya ini juga berpengaruh pada gaya bertarung dan postur badan yang ideal.

Ayam pukul umumnya memiliki pukulan mematikan, keras dan jitu pada bagian kepala, leher, dan bahu lawan. Ayam pukul biasanya akan menyerang dengan pukulan yang efektif. Postur ayam pukul haruslah kekar, tulang kuat dengan otot-otot yang besar agar menghasilkan pukulan yang keras. Karena itu, pola makan juga lebih mengarah pada pembentukan tubuh yang kekar. Jagung adalah menu murah dan baik untuk ayam pukul. Sesekali bisa dikombinasikan dengan beras merah.

Ayam taji umumnya memiliki pukulan yang produktif. Pukulan tak selalu harus pada bagian mematikan tetapi harus sesering mungkin memukul. Pukulan dengan taji yang tajam, selalu memiliki efek serius meskipun tidak pada bagian yang mematikan. Postur ideal ayam taji adalah ramping dan padat, dengan dukungan bulu sayap yang sempurna agar mampu bergerak gesit dan cepat dalam melontarkan pukulan. Ayam taji sebaiknya menghindari benturan fisik, dan yang terbaik adalah menjaga jarak sambil terus menyerang dengan taji. Menu makan untuk ayam taji sebaiknya yang tidak akan membuat gemuk dan kekar, tetapi lebih mengarah pada pembentukan badan yang ramping padat dan ringan. Gabah (padi) adalah menu utama yang ideal bagi ayam taji.

Ayam pukul biasanya memiliki kesiapan lebih dini dibanding ayam taji. Pada umur 12 bulan, ayam pukul sudah bisa dijadikan petarung, tetapi untuk ayam taji, idealnya 18 bulan untuk menunggu agar tajinya benar-benar sudah mencapai pertumbuhan ideal. Banyak juga pelatih ayam taji yang baru menarungkan ayamnya setelah prosesbluru yang pertama.

YANG HARUS DIPERHATIKAN SEBAGAI AYAM PETARUNG

Berikut ciri-ciri ayam bangkok aduan yang berkualitas bagus:

1. Selain bertulang kokoh dan rapat,ayam aduan kalau berdiri tegak. Ayam seperti ini kalau berkelahi kepalanya tegak keatas untuk mematuk kepala lawan dan mempunyai kekuatan mendorong yang besar waktu berkelahi.

2. Mempunyai kepak sayap yang rapat kebadan,sehingga waktu berkelahi kepala lawan susah masuk kesela-sela sayap dan pukulan lawan juga sulit masuk ke kepak sayap ayam,memiliki bulu sayap dan ekor yang lengkap.

3. Mempunyai sisik kaki yang kering dan keras. Sewaktu adu pukulan, ayam takkan merasa sakit dan memiliki ruas tulang leher yang rapat.

4. Mempunyai jari kaki yang kecil dan panjang.Ayam seperti ini mempunyai pukulan yang menyakitkan.

5. Mempunyai kaki yang pipih,dimana bagian samping lebih lebar dari bagian kaki depannya.Ayam seperti ini memiliki pukulan yang mematikan.

6. Mempunyai tulang sapit udang/tulang kloaka yang rapat dan keras.Kalau rapat ayam rajin melakukan pukulan dan memiliki napas yang lebih panjang.Semakin keras tulang kloaka/sapit udang semakin keras pula pukulan yang dimilikinya.

7. Memiliki kepala seperti buah pinang dan bulu yang tebal.Kepala seperti ini mempuyai kelincahan mematuk lawan.Dan bulu yang tebal berfungsi untuk menahan pukulan yang diterima.

8. Memiliki pukulan menyilang atau menggunting.Ayam seperti ini mampu mematahkan leher lawannya.Ayam ini kalau hendak memukul posisi kakinya tidak sejajar,posisi kakinya seperti hendak melangkah.

9. Mempunyai kaki yang besar pada pergelangan kaki.Kaki dari lutut sampai kepergelangan kaki makin besar.Ayam seperti ini memiliki pukulan yang keras.

10. Untuk ayam pukul pilih ayam yang memiliki pergelangan kaki yang besar sedangkan untuk ayam taji pilih ayam yang memilki pergelangan kaki kecil atau sedang.

 

Ketahanan tubuh ayam bangkok ini meliputi stamina, semangat bertarung dan sifat pantang menyerah serta temperamen.  Ayam bangkok dikenal memiliki semangat bertarung yang tinggi, tidak takut melihat bentuk tubuh lawannya dan berani menghadapi siapa saja.  Dan yang perlu diperhatikan,anda sebagai penghobi ayam aduan jika anda yakin dengan kemampuan ayam aduan anda dan anda yakin dengan rawatan yang anda lakukan dan yakin dengan pengetahuan tentang ayam yang anda miliki jangan ragu untuk melawan ayam lawan yang tidak anda ketahui cara bertarungnya. (Johnny Suyudi)

  1. HM Budi Purnama Dasuki Nawawi

    Allhammdulillah…akhir na Aya carita na, karuhun karuhun Urang sadaya, moga moga nu nyiapkeun nepi ka nyebarkeun berita jeung carita ieu ditarima ibadahna , jeung dipaparin berkah dunia akherat anu seu eur, khususon ka pribados Anu pangsepuhna turunnan ti Prawiranata- Cakradipura nya eta : Bapak H. Johni Sujudi Soengkono.
    Mugi mugi kapayun keun aya nu tiasa ngagentosan(generasi penerus), niat,tekat, jeng misi na , nya eta karuhun karuhun urang sadaya aya penjelasan nana jeung carita na., Supados para incu, cicit ,bao, turunan nana heunteu pareumeun obor.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: